Kementerian PUPR Abaikan Pekerja Konstruksi Bekerja Secara Rodi

Kementerian PUPR Abaikan Pekerja Konstruksi Bekerja Secara Rodi – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) yang mengatakan telah menerapkan progra kerja shift yang akan dijalankan oleh para pekerja proyek infrastruktur sesuai dengan standar, dengan dikerjakan selama 3 shift.

Kementerian PUPR Abaikan Pekerja Konstruksi Bekerja Secara Rodi

 

Tim PUPR Priyo Susilo yang juga mengatakan shift tersebut dna juga akan menjadi salah satu orang berbeda. Ini artinya para pekerja tidak akan bekerja secara rodi.

“Jadi orang yant dapat digantikan, dan tidak dapat mentang-mengtang kerja dalam 3 shift lalu dari pagi sampai malam. Kalau kerja 3 shift sudah biasa dalam dunia konstruksi,” kata dia pada Warung Daun.

Dalam pengerjaan proyek besar yang akan dia tangani, dia juga menegaskan tidak adanya paksaan bagi pekerja yang sedang dalam kondisi tidak fit agar harus tetap bekerja. Bahkan pihak yang juga dibantu oleh BPJS Ketenagakerjaan juga menyediakan petugas medis yang akan disiapkan bagi para pekerja konstruksi.

Kementerian PUPR Abaikan Pekerja Konstruksi Bekerja Secara Rodi

“Nah karena itu saya juga harap bapak-bapak wisma atlet Kemayoran) dari BPJS Ketenagakerjaan Jamsostek juga dokter yang akan diperiksa jadi yang tidak fit dapat langsung dirawat dan tidak diperbolehkan kerja,” dia juga menambahkan.

Untuk itu, dia yang juga akan menambahkan evaluasi yang akan dilakukan dalam memastikan apakah kontraktor dapat benar-benar melakukan pekerjaan yang konstruksi dalam sistem shift yang benar atau tidak. Kalaupun adanya pelanggaran yang dapat diberikan teguran.

Sementara yang akan diberikan kesempatan yang sama, Ketua Masyarakat Infrastruktur Harun Al-Rasyid juga memberikan pernyataan yang akan terjadi kecelakaan dalam melakukan pembangunan infrastruktur dan juga akan menandakan adanya kelebihan beban (overload) dari proyek yang akan dikerjakan.

Dia juga menambahkan keputusan yang tepat bagi pemerintahh dalam emnghentikan proyek infrastruktur dalam langkah evaluasi.

“Ini juga akan kita teliti dan kita cari sebabnya. Karena dalam pembangunan infrastruktur skema safety itu juga dapat berlapis-lapir dinding. Ada kontraktor,regulator. Nah yang itu semua juga overload,” tutup dia.

Jangan ketinggalan juga baca berita lainnya hanya di Blog kesayangan Anda Singfordemocracy

Baca juga Panduan Cara Daftar Sbobet

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *